pagi yang lalu

mendengarkan lagu yang bersedih pun
tak usah
kalau saja lirik yang ku dengar ini dapat
diubah
menjadi nama yang membuat pagi yang
lalu cerah
senyummu juga membuat hari lalu indah
dalam perjalanan ini yang entah
aku jatuh dalam kisah
oh melihatmu akankah terus
menyenangkan
oh apakah dirimu akan terus ku
rahasiakan
oh dirimukah aku akan mengakhirinya
hanya dengan melihatmu kelakuanku
jadi kekanakan
tersenyum sendiri sepanjang jalan
mengiyakan setiap pertanyaan
mengatakan dalam hati aku senang
sekali
adalah waktu terindah kemarin pagi
saat sekilas saja melihat yang ku kagumi
oh melihatmu akankah terus
menyenangkan
oh apakah dirimu akan terus ku
rahasiakan
oh dirimukah aku akan mengakhirinya
kemarin pagi saat hitam adalah warna
dominan
kau dan aku memakainya walau kita
saling tak tahu
waktu yang sekiranya hanya lima detik
kau seolah membodohi aku
untuk terus melihatmu dalam bayang
pikiran
oh melihatmu akankah terus
menyenangkan
oh apakah dirimu akan terus ku
rahasiakan
oh dirimukah aku akan mengakhirinya
di hadapanmu yang lalu
aku membisu
yang berbicara hatiku
aku tak ragu
di hadapanku yang lalu
ahahahahahaaaaa

she had the world by panic at the disco

ada apa dengan lagu itu? kalau jawabnya sekarang, lagu itu ada di playlist pagi ini dan cuma itu. lagi suka aja dengan lagu itu. selain itu, juga untuk menambal kekangenan suara ryan ross. saya kira banyak penggemar panic yang emang masih kangen sama dia, ryan ross. dan yang paling ngena banget itu pas ryan mulai nyanyi. memang setiap orang punya interpretasi terhadap sebuah sesuatu, aku juga pasti punya tentang lagu ini. here we go the lyric!!!

“She Had The World”

She held the world upon a string
But she didn’t ever hold me
Spun the stars on her fingernails
But it never made her happy
Cause she couldn’t ever have me
She said she’d won the world at a carnival
But she could never win me
Cause she couldn’t ever catch meI, I know why
Because when I look in her eyes
I just see the sky
When I look in her eyes
Well I, just see the skyI don’t love you I’m just passing the time
You could love me if I knew how to lie
But who could love me?
I am out of my mind
Throwing a line out to sea
To see if I can catch a dream

The sun was always in her eyes
She didn’t even see me
But that girl had so much love
she’d wanna kiss you all the time
Yeah, she’d wanna kiss you all the time

She said she won the world at a carnival
But I’m sure I didn’t ruin her
Just made her more interesting
I’m sure I didn’t ruin her
Just made her more interesting

I, I know why
Because when I look in her eyes
I just see the sky
When I look in her eyes
Well I, I just see the sky

I don’t love you I’m just passing the time
You could love me if I knew how to lie
But who could love me?
I am out of my mind
Throwing a line out to sea
To see if I can catch a dream

pidato yang aneh

biarkan aku memulai tulisan ini dengan sebuah salam.

assalamu’alaikum !!

puji sukur kita terhadap apa yang diberikan Allah SWT semoga tidak luntur oleh kata ‘sukur’ yang salah dipergunakan. misalnya saat melihat orang dalam kesusahan, kita malah mensukurinya dengan konotasi yang negatif. iya, kata sukur itu punya dua makna yang perbedaan maknanya jauh. pertama jelas untuk kita berterima kasih kepada Allah SWT, la yang kedua malah diperuntukan untuk mengejek orang. pernah ga anda kesel banget sama seseorang dan ketika orang itu dalam kesusahan atau kesialan anda mengatakan, ” sukuuuurr raaa raimu mlebu got!!pangan kui pangan telekku. kuning-kuning bekas mangan batagor. pangan kui pangan!! sukuuuurrr!!”, naaah abis ngatain gitu terus plong hati kita dan kita malah bersukur kepada Allah. ah apa sih? ya perbedaan yang mencolok ini perlu diwaspadai. suukuurrr ra!! rangerti sing tak omongke hahahaa

dalam sebuah pertemuan menanyakan kabar juga penting. dan setiap orang tanya, “apa kabar sob?”, selalu dengan jawaban yang bohong. “ya baik” atau “sehat kok sehat”, jawaban itu semua adalah jawaban yang biasa ya dan bisa disebut jawaban yang formal. ga pernah aku menemukan orang yang jawabnya jujur misal, “apa kabar sob?”, “ga baik!!”, dan itu dengan nada yang ketus. ya heran aja kek orang yang jawab itu sok kuat padahal beban dihatinya itu banyak. ciiee yang punya beban hati. ya seharusnya itu bisa buat ajang curcol juga hehe. tanya kabar itu penting. dan jawab dengan jujur juga penting. gimana kalo tiba-tiba kita ga ketemu teman sudah bertahun-tahun masehi dan ternyata pas ketemu tiba2  dia mati begitu saja. kan ga lucu. lucu ding. eh ga tau ding masak orang mati diketawain. nah itu pentingnya jadi yang nanya kan juga bisa persiapan dulu. misalnya bawa p3k atau nyiapin ambulan di belakang. ngomong2 soal belakang, enak banget kayaknya kalau jadi spongebob dkk. pernah ga sih nonton adegan dimana spongebob membutuhkan sesuatu dan langsung tersedia di belakangnya. aku curiga deh di punggungnya dibangun mall tuh jadi apapun ada atau ga dia udah siap nelpon ilegal home shopping atau ga spongebob punya kantong ajaib kaya doraemon di punggungnya. aneh ya? yang nulis juga aneh hehe. tapi kalau di dunia nyata keren tuh. kira-kira pas nge-date(ini beneran nulis nge-date?apa punya yang buat di-datein?) pacar kita mau sesuatu kita tinggal menyembunyikan tangan kita ke belakang dan walaaa,” ini sayang! apapun yang kamu mau aku bisa kabulkan. bahkan pesawat sudah tersedia di punggungku. muah :*”, “iiih kamu co cuit banget ciiih. aku baru tahu punggungmu ada toserbanya. maksih ya”, ya sekiranya begitu. okeh balik lagi tentang kabar, pokoknya jika kamu tak jujur maka menyusahkan orang lain kaya yang nulis wkwkw

isi dalam sebuah pidato atau semacemnya itu menceritakan inti dari semua yang dibicarakan. sebenarnya isi adalah pemeran utama. jadi jika ga ada pembukaan atau penutup itu gapapa. yang penting intinya dapat tersampaikan. semua itu, pembukaan dan penutup, dalam format makanan hanyalah pemanis saja. ya isi adalah makanan utama. misal kamu lagi ke rumah makan, isi adalah makanannya dan pembuka dan penutup adalah es teh yang biasanya dipesan. sedikit info tentang mesan-memesan, saya sendiri kalo mesan makanan punya pemikiran bukan “apapun makanannya minumnya teh botol muspro”, tapi lebih ke “apapun makanannya seberapa lama anda melihat menu minuman endingnya pasti es teh”, sumpah itu true story brooh. “yak maaas saya mesan tante(mie tanpa telor) dan emmmm(sambil bolak-balik menu puluhan kali) emmmm(masih) emmmm ini….(mungkin udah lima menit) yaaa ini aja es teh!!”, dan mas-masnya pergi tanpa mengatakan apapun. mungkin dalam pikirannya kesal banget nunggu orang muter2 dan ternyata cuma es teh haha. kembali ke topik isi. isi dalam sebuah pidato itu adalah inti dari semua yang dibicarakan. oh udah yaudah. isi, jika anda melewatkan isi itu ada banyak kemungkinan. pertama anda terlalu bosan dan malah tertidur saking bosennya dengar bapak2 pidato dengan gaya yang kurang lebih sama sejak jamu sido pora muncul. kedua mungkin di sebelah anda ada teman bicara yang saking asiknya lupa ini lagi ada di acara apa malah ngomongin hal2 aneh misal eek di china atau semacamnya ga tau. ketiga mungkin ada gempa bumi saat memasuki isi. naaah kan udah dibilang isi itu penting jadi utamakan isi. kalo buat pidato ya isi dulu baru penutup gitu. ya isi adalah sesuatu yang utama seperti kamu isi hatiku. jangan kemana-mana ya isi hatiku :)

penutup adalah sesuatu yang digunakan untuk menutup. anak sd aja tau kali. ya ada pembuka ada penutup. biasanya dengan rasa sok punya salah orang yang pidato ini minta maaf. padahal ga nyakitin beneran kok. yang nyakitin itu saat ditinggal kamu. jadi kamu di hati aja ya isi hatiku. apa sih??? ada juga untuk menutup sebuah pembuka ditutup dengan pantun. kayak

empat kali empat, enambelas

semapat ga sempat, harus dibalas

eh ga gitu ding ya. itu pantun penutup surat. lalu gimana emmm….mungkin perkalian yang lain

dua ratus tiga puluh empat kali dua ratus sembilan puluh tiga, saya ga tahu

tega tidak tega, maafkan kesalahan yang dulu-dulu

haha cukup sampai di sini ya. hati2 sampai tujuan yaaa!! :)

kau tahu?

malam ini cuma ada langit yg mendengar semua sakit ini. entah mengapa selalu berkata ‘entah’ di saat hanya aku saja yang merenungi diri sendiri. tubuh ini kaku, pikiran ini macet dalam lingkaran yang disebut sendiri. memang kadang aku yang memilihnya, tapi melihatnya dari sudut pandang orang lain aku ini ga berguna. terlalu memikirkan kesalahan sendiri tanpa melakukan aksi nyata. sendiri atau memilih sendiri menyusahkan. coba bintang yang ku tatap tadi dapat mendengar dan berbicara kepada ku. mungkin malam ini tepat 22:44 aku menulis ini, tak akan ada renungan mendalam.

malam ini langit begitu luas. aku ini hanya butir debu yang terbang kemana-mana. tersakiti oleh keadaan sendiri dan perbuatan sendiri. kalau saja debu itu dapat segera mendarat ke tempat yang berguna. rasa sakitnya mungkin akan hilang oleh konsentrasi. aku ini hanya butir debu, dibandingkan langit aku kalah telak. aku akan kalah jika sendiri. tapi awas jika debu yang lainnya juga bersatu, itu akan menawarkan ‘bencana’ bagi langit yang cerah. langit yang tadinya biru akan diubah menjadi langit berdebu yang mengguncang seisi dunia. namun, aku cuma sendiri malam ini.

malam ini cuma duduk termenung. menahan rasa sakit yang dibuat sendiri dan urung sembuh. luka 4 tahun yang lalu atau luka yang mulainya saat aku mulai sendiri di jogja, semua luka itu ku biarkan karena bodohnya aku. kenyataannya memang aku menganggap sakitku ini adalah kelemahanku dan aku tidak mau orang tahu. aku lebih suka orang merasa nyaman di sampingku. lagipula aku tidak suka rumah sakit. ya karena aku malas menjawab pertanyaan dokter. kadang malah dokter yg ku temui sombong. andaikan punya banyak uang udah ku sewa dokter sendiri. tapi cuma andai. maa aku cuma mau orang lain mengingatakanku, karena aku pelupa.

malam ini tidak hujan, membuatku termanja di kursi ini. kursi dimana aku memandang langit. kalau boleh jujur kursi, ini adalah saat yang nyaman walaupun sendiri. kau tahu? aku punya dua teman dan baru beberapa bulan ini bertemu. mereka itu nyaman seperti kau ini. terima kasih kursi telah membiarkanku duduk dengan nyaman sembari melihat langit malam ini. karena langit malam ini luas dan kau adalah temanku yang membuatku nyaman. mereka membuatku ingin menghabiskan waktu bersama mereka sangat lama, tapi sangat sedih saat menyudahinya. jika aku orangnya dapat jujur ketika mengatakan apa yang ku inginkan, sedikit cerita aku ini sangat ga bisa jujur soal keinginan dan mungkin aku akan mengatakan ‘terserah’ jika ditanya sesuatu yg diinginkan, aku ingin mengatakan seluruhnya tentang mereka, mereka, dan mereka. kemarin ada yang bilang kalau sayang adalah rela melakukan sesuatu tanpa pamrih kepada seseorang. mungkin aku juga. wahahaha

malam ini tidak terasa detik berdetik. ya iyalah detik kok berjam. ngomong2 ni ya, aku ga tahu arti detik2 yang ku lewati malam ini. karena jika aku orang yang rajin mungkin aku sudah tidur atau masih belajar. aku ini orangnya gmn ya? hmm ga begitu suka si baca buku, tapi kebanyakan buku yang ku beli sendiri akan habis terbaca dibandingkan yang minjam. emang si aku lebih suka ‘punya’ daripada ‘minjam’. ya lebih bebas aja. tapi soal cinta kok ga ya. aku ga punya tapi ga bebas. ga bebas atau bebas itu pilihan sih. cinta oh cinta, mungkin cinta yang membuat aku melakukan apa yang tak mau aku lakukan. kok bicara cinta? ya karena hari ini ada cinta. sekian

nanana

but if you wanna leave, take good care

yang penting bisa buat hidup bahagia

waratte naite ikite yukoze

you’re the last good thing bout this part of town

i need somebody, not just anybody. you know i need someone
look how they shine for you and all the things that you do
when the rain comes
my songs know what you did in the dark
mencoba mencari cela dalam hatimu
try see it in my way only time will tell if i am right or i am wrong
itsudatte boku ga mamoru kara
gomen mou saki ni iku you
futari no himitsu no kichi no naka
i’m not the man i used to be
oh i believe in yesterday
did you really think i let you kill this chorus?
i think im gonna be sad
arigatou tte sunao ni ienakute sonna jibun ga dai kirai de
destiny is calling me
you are what you love not who loves you
tsutaetakute tsutawaranakute

lagu memang bisa menjadi alat untuk mengungkapkan apa yang tidak bisa diungkapkan.