Saga #2

Hello kembali lagi.

Minggu lalu saya bercerita impresi pertama saya saat datang ke Saga. Lalu sekarang, saya akan membahas sumber saya hidup di Saga, makanan.

Ada cerita nih, saya bawa boncabe level paling tinggi, 30, ke kantin kampus dan saya perkenalkan itu ke teman2 saya. Pada saat itu ada orang Kamboja, Macau dan Jepang jg, tp cuma orang Jepang yang menolak dengan tegas. Kalian tahu kalo boncabe dari aromanya saja sudah bisa terasa pedasnya. Orang Jepang ini sudah kyk menyerah cuma nyiumin baunya. Awalnya cuma teman saya yg seasean yg berani mencicipinya karena di sana makanannya pedas2 jg sama kyk Indonesia, tapi karena kami semua satu meja makan semua harus mencicipinya. Sama rata. Ada yang ditabur di nasi, kare, ramen, sama udon. Kalo saya, saya taburin ke udon. Cobain deh kalo ke Marugame bawa boncabe, manteb. Balik lagi ke temen2 saya, pada saat temen2 saya mencoba, terlihat benar kekuatan boncabe ini. Tapi jika dilihat dari raut wajahnya raut wajah orang Jepang yang paling parah wkwk. Poin saya, lidah di sini pada tipis2 tidak seperti di Indonesia yang terkenal banyak makanan pedes. Jadi kangen.

Yang di atas tadi adalah salah satu pengalaman saya tentang makanan di sini. Lalu sebenernya bagaimana makanan di Jepang sih? Saya beragama Islam. Di dunia ini ada yang tidak boleh dimakan di dunia ini. Sebut saja babi. Di sisi lain, hewan gemuk dan serakah ini tersebar dimana2 di Jepang. Walaupun ada nama makanan yang tidak ada sangkut pautnya sama babi, ketika melihat deskripsi bahan makan ada aja entah itu tulisan daging babi, ekstrak babi, atau pork yang notabene adalah bahasa Inggris. Btw bahasa Jepangnya babi adalah buta(ぶた;豚)dan sedangkan pork apabila diserap dalam bahasa Jepang dapat diartikan menjadi pooku(ポーク). Saya sering sekali tertipu hal seperti ini di konbini macam Sevel. Ada bento ayam tapi ada jg babinya; sadarnya pas setelah dimakan, kampret. Intinya harus hati2 sih makan di Jepang kalau Anda orang Islam.

Paling aman di sini makan ikan. Jepang jagonya kalo ini. Dari mulai yang mentah sampe yang sudah diolah. Pas sekali ini, saya baru saja buka puasa dengan representasi makanan mentah di Jepang yaitu sushi. Saya jarang banget makan sushi di Indonesia jadi ga bisa badingin rasanya. Tapi menurut saya sushi itu hampir tidak ada rasanya kecuali udang. Secara pribadi saya suka udang memang. Udang itu ada rasa manis2nya gitu deh, kayak kamu, iya kamu. Selain udang menurut saya cuma beda diteksturnya. Saya tipe orang yang bisa makan apapun, tapi dalam sushi cuma ika atau cumi yang saya ga suka bikin eneg. Apakah Anda suka sushi? wwkk

Prespektif Halal dan Haram

Sebenernya dalam tulisan ini, hal ini yang paling pengen saya tulis. Di atas sudah saya ungkapkan dalam agama Islam ada yang tidak boleh dimakan atau disebut haram. Sebaliknya yang bisa dimakan adalah halal. Dan di sini ada dua macam orang Islam jika berkaitan dengan hal ini. Tidak, bisa jg ada tiga. Orang bagaimanakah itu? Pertama mungkin yang benar2 jelas2 makan segalanya sampai seharam2nya makanan masih dia makan. Saya belum pernah ketemu orang ini. Kedua, yang memakan hanya yang sudah jelas kehalalanya ya seperti sudah ada cap halalnya deh. Itu banyak di sini. Terakhir, orang yang berpendapat “asal ga babi”. Jadi asal itu ga babi entah itu ayam atau sapi sudah berlabel halal atau belum. Babinya, saya ada di posisi ketiga ini wkwk. Entah kalian mau berpikiran apa, saya ya saya seperti ini.

Saya makan apa adanya asal itu tidak babi. Secara jelas saya tuliskan. Saya tahu dalam agama Islam ada tata cara penyembelehan dengan cara Islam yang menyebabkan itu halal. Sampai itu datang ke pasar, tempat makan, ada dihadapan kita, makanan itu halal apa tidak masih dalam pikiran kita. Alhamdulillah ada label yang membantu kita mengira itu makanan halal. Saya percaya dengan label itu pasti tidak berbohong, bukan. Lalu kepada lainnya yang tidak berlabel, saya hanya berprasangka baik saja kalau itu makanan halal. Ini soal keyakinan. Awali dengan bismillah.

Sebenarnya di sini jg ga susah2 amat nyari makanan berlabel halal. Ada toko halal food. Ada juga karage yang katanya halal. Yang jual orang Jepang. Menu yang lainnya ada set karage lalu disisipi daging babi, itu karage biasa. Kalo karage yang halal ga disisipi daging babi. Saya jadi bertanya2 ini pembeda halal/haramnya cuma daging babi apa gmn? Mungkin saja bapak penjualnya cuma tahu sebatas set itu halal kalo ga ada babinya. Mungkin saja memang sudah tahu bedanya dan itu benar2 yang halal. Saya jg pernah salah pesen masalahnya. Ada babinya dan ditawari ganti set yang baru. Entahlah. Sekali lagi saya menganggap itu halal.

Mulai Masak

Sejarah saya di Jogja, saya cuma bisa masak mie instan paling jauh. Di sini saya mulai masak. Alasannya karena punya dapur sendiri, mandiri, dan ga mau uang pribadi dengan mudahnya pergi. Saya sudah cerita tempat makan saya tadi, salah satunya di kantin kampus. Selain itu di tempat makan biasa macam McD, restoran Sushi, gyudon Sukiya, atau tempat makan lainnya. Di Jogja jg seperti ini sering makan di luar dan masak mie instan. Di sini selain makan di luar saya jg masak, selain mie instan.

Pertama kali saya masak, saya goreng tahu yang saya cincang campur tempung dan gagal. Setelah itu saya trauma bikin makanan pake tepung. Paling sering saya masak sup hitam. Saya namai itu karena warnanya hitam. Pokoknya endingnya ada kecapnya wkwk. Tapi yang paling saya banggakan masak kare. Pertama kali saya diajari bikin ini oleh teman saya dari Malang, tp sekarang sudah pulang. Dari situ saya tahu caranya. Bangga banget dulu pertama masak kare wkwk. Setelah itu sering. Semakin sering. Dan eneg

Walaupun level masak saya nambah seperberapa tingkat, udah bisa masak kare uhuk, tapi saya tetap merendah saya masih masak yang instan. Kalau di Indonesia kalian para rantauers sering bikin indomie, di sini saya upgrade jadi pasta. Pasta. P. A. S. T. A. wkwk. Ini jg terispirasi dari teman saya dari Riau. Saya belajar dari dia bisa bikin bumbu pasta yang enak cuma dari saos tomat beli di supermarket plus ada tambahan2 bumbu lainya wkwkk. Tp tetep seringnya masih yang instan, selain pasta beli juga saos pastanya. Di sini bermacam2 saosnya, tapi sama seperti di atas harus hati2 sama babi. Babi emang. Di sini beli pasta bisa hemat menurut saya kyk mie instan. Di sini makan di luar paling murah 300 yen atau 30000an rupiah. Kalo pasta ada yang sebungkus 7 iket harganya 200-300 yen plus saosnya paling mahal 200 yen sih buat dua kali makan. Itu pula kalau saosnya cuma saos tomat botolan bisa lebih murah. Makanya milih pasta. Mie instan di sini mahal 200 yen ke atas pa ya. Makanya milih pasta. Pasta pilihanku, pasti hemat hidupku. wkwk

Selamat berpuasa sudah dulu, siap2 sahur.

Iklan

Saga #1

Hallo.

Saya akan cerita sedikit tentang Saga. Bukan nama game tapi nama prefektur di Jepang, di mana saya sedang menjalankan pertukaran pelajar selama setahun.

Setiap kalian mendengar kata Jepang, apa yang ada dipikiran kalian? Tokyo? Osaka? Nama-nama tersebut sudah biasa terdengar bukan. Tapi Saga apakah kalian pernah mendengarnya? Di manakah itu? Jawabannya ada di pulau Kyushu, bagian selatan Jepang. Tempat ini dekat dengan Korea looh… FYI. Tapi sedekat mana pun dengan Korea, tempat ini tidaklah sepopuler Fukuoka tempat membeli produk Apple di Kyushu atau Nagasaki yg pernah dibom Amerika. Saga hanyalah perfektur yang diampit kedua prefektur yg saya sebut di atas. Saking terampitnya sampai orang Jepang sering melupakan prefektur ini dan sensei/donsen saya di sini menyebutnya prefektur yang terlupakan. Tapi dibalik itu saya senang hidup di sini.

First Impression

Bicara mengenai Saga, banyak teman saya yg juga mengikuti program seperti saya mempunyai impresi Saga adalah inaka atau dalam bahasa Indonesia berarti desa. Bagi kalian yang pernah pergi atau bertempat tinggal di kota, apa yang kalian lihat? Gedung? Transportasi padat? Tidak seperti itu di sini.

Pertama kali saya sampai di Jepang, saya mendarat di bandara Haneda. Saya dijemput oleh kenalan rekan saya yang satu program dengan saya. Saya diajak berkeliling di bandara saja. Ya karena waktu transit kami hanya hitungan jam saja. Setelah itu kami langsung terbang lagi menuju Saga tanpa mengetahui hiruk pikuk perkotaan di Jepang. Setibanya kami di Saga, kami langsung naik Limousine Bus ke Saga Bus Center di mana kami dijemput oleh tutor penjemputan. Di sepanjang jalan saya hanya melihat sawah dan jalan yang sepi. Seperti hanya sekian jam menikmati kemajuan Jepang lalu kembali lagi ke Indonesia dengan aroma Jepang.

Pada hari itu juga kami harus menyiapkan futon atau kasur untuk tidur dengan nyaman malam itu. Membeli futon/kasur di sini tidak semudah di Jogja sana. Karena di sini, tidak ada motor sendiri yang bisa mengangkut futon. Pada saat itu kami juga belum punya sepeda jadi kami jalan sejarak kampus UGM sampai Malioboro mungkin. Bis pun tidak selamanya ada karena jalurnya yang tidak semudah seperti berkata. Hari pertama saya kecapekan menerima nasib ‘desa’ ini. Tapi di balik itu saya tersenyum serta berhati2 karena ini baru saja dimulai.

Kontrol

Kata kontrol, apa yang ada dibayangan kalian? Pasti ada yg membayangkan tentang benda panjang yg mempunyai byk tombol. Tapi kali ini kata kontrol itu bukan merujuk ke sana, melainkan kepada kegiatan rutin yang membuat saya pergi ke rumah sakit.

Sedikit cerita bahwa saya mengalami patah tulang pada bulan April lalu. Dan sekarang sudah menginjak bulan Agustus, maka sekarang sudah jalan 4 bulan saya patah kaki.

Dalam perjalanan 4 bulan ini, saya diharuskan kontrol ke rumah sakit demi melihat perkembangan kaki saya. Kira2 kontrol ini dimulai seminggu setelah operasi, lalu jaraknya semakin lama sampai mencapai 2 bulan setelah saya kontrol terakhir kali. Untuk 1 bulan pertama, kontrolnya lbh untuk mengontrol luka belahan atau jahitan paska operasi. Perban harus selalu melekat di atas luka, jika sudah menampung banyak darah diharuskan diganti, dan jika sudah kering bisa dicopot perbannya. Oh iya luka tidak boleh dibasuh air agar kuman2 jahat tidak berkembang.

Kontrol bulan selanjutnya dilakukan sebulan setelah kontrol terakhir bulan Mei. Sebelumnya saya diberi obat yg cukup mahal, kira2 habis 1jt 😖. Ada dua jenis, satunya untuk nyeri dan satunya untuk mempercepat pertumbuhan tulang. Obat itu saya minum setiap hari dan pada kontrol bulan Juni, alhamdulillah ada perkembangan baik. Mulai ada serabut2 yg muncul. Saya kira kontrol waktu itu adalah yg terakhir, tapi ternyata kata dokter masih blm boleh menapakan kaki dan harus kontrol lagi. Tapi kali itu, disuruhnya kontrol 2 bulan lagi, yaitu pada bulan Agustus.

Kali ini saya sedang berada di RSA UGM untuk kontrol terakhir, semoga. Saya sudah terlalu jenuh untuk makai alat bantu orang patah kaki dan tidak bisa keluar rumah melakukan kebiasaan saya saat normal. Dan lagi saya harus byk mengurus byk hal. Entah itu urusan kuliah atau persiapan saya exchange ke Jepang. Sungguh sangat useless jika saya tidak bisa melakukan apa2. Mana lagi ada jadwal bertemu mahasiswa Jepang yg univnya nanti akan saya tempati untuk belajar. Akhirnya perintah dokter saya langgar dan mulai tidak berjalan dg krek. Alhamdulillaah semuanya berjalan cukup lancar, dengan beberapa sakit yg tak bisa begitu saja lepas. Dan lagi kaki saya mulai bernanah, mungkin karena luka jahitan yg dulu belum bgtu kering. Tapi sudah lumayan sembuh. Kalau misal tidak memaksakan diri mungkin saja saya jg akan stress. Bertemu dengan byk teman akhirnya dpt membantu pikiran saya kembali positif. Tapi apa kata dokter?

Karena tadi belum rontgen jadi harus kontrol lagi entah hari jun’at atau selasa depan. . 😅😅

Akhir (?) Perjalanan Mengerti Dunia Kerja

Mohon maaf atas ketidakkonsistenan saya dalam menulis seri ini. Ada beberapa alasan yang akan saya ungkapkan. Seri ini sebenarnya akan saya lanjutkan sampai saya sudah magang dan juga mengakhirinya. Tapi yaah akhirnya akan saya akhiri mungkin dengan tulisan ini.

Alasan pertama….

Saya sudah bersemagat dalam rencana saya membuat seri ini. Saya selalu ingin membuat suatu cerita perjalanan hidup. Saya pikir ini adalah waktu yang tepat. Dimana di sekitar saya banyak drama yang menghampiri. Tapi semangat hanya semangat tanpa aksi. Sindrom itu mungkin akan selalu ada, namanya malas. Sungguh malas ini membuat saya seperti tidak berguna. Niat saya yang ingin berbagi menjadi pupus; kebanggaan saya terhadap semangat saya juga pudar. Saya perlu konsistensi. Saya pernah dengar bahwa konsistensi bisa datang dari rasa cinta dalam sebuah hobby.

Menurut saya menulis ini adalah hobby saya. Singkat cerita saya waktu smp suka menulis puisi. Tambah lagi ketika mendengarkan lagu, saya lebih memilih memperhatikan liriknya. Referensi lagu2 saya pun juga mempunyai puitisitas(tolong carikan padanan buat tingkat rasa puisi) yang tinggi. Bahkan saya memilih lirik2 yang diartikan rumit. Contoh referensi lagu2 saya adalah dari Panic! at The Disco. Dalam lagu2 mereka judulnya saja sudah panjang dan bermakna implisit. Apalagi dalam liriknya. Kalau mau tahu googling aja ya.

Yah sekali lagi hobi saya adalah menulis. Tapi entah kenapa semakin modern; semakin saya tidak produktif. Hal yang selalu saya inginkan adalah ‘makan’. Saya seperi membatasi diri saya atas potensi saya. Apa yang seharusnya saya lakukan untuk konsistensi itu? Menurut saya sih bukan hilanngkan, tapi kurangi. Muali kapan? Secepatnya dalam cahaya redup yang tak sempat ku menoleh. aaaaaaaaaaaaaaaahhhh

Alasan kedua………

Seperti saya bilang di atas, sekarang sudah modern. Semua orang memakai gadget. Semua orang main sosmed. Dan semua orang butuh kuota. Sayangnya tempat saya tinggal waktu itu memiliki kondisi sinyal yang tidak bagus. Saya pengguna kuota yang sekali beli langsung buang. Dengan datangnya 4g ke Indonesia, kuota2 murah juga semakin banyak. Tapi apa arti kuota banyak jika sinyal tidak bagus. Jawabnya, tidak nyaman. Yaa salah satu  kondisi yang membuat saya bisa menulis adalah kondisi nyaman. Saya tipe orang yang tidak bisa membaca/menulis ketika ramai. Dan kamar saya adalah tempat yang paling nyaman. Sayangnya seperti yang sayakatakan tadi, tidak ada sinyal. Jadinya saya malah menyenangkan diri dengan game offline yang sangat menyita waktu saya.

Mungkin alasan ini memang bodoh. Makanya saya akan cari kesalahan saya. Yaa meski tak ada kuota kan bisa menulis di buku. Menulis di buku memang menyenangkan, tapi entah kenapa sering terlupakan. Saya sering tidak ingat dimana saya meletakan buku saya dan pada akhirnya hilang entah kemana. Kesalahan saya lagi nih, teledor. Lalu gimana biar ga teledor? Saya butuh jawabannya.

Alasan ketiga…..

Saya pikir alasan ini adalah balasan dari Tuhan. Ketika alasan di atas sudah menggerogoti, yang paling dinanti adalah balasan itu sendiri. Saya yang terlalu malas, banyak alasan, mungkin sudah saatnya diberi tamparan. Dan Tuhan memberikan saya tamparan yang merenggut fisik dan mental saya.

Saya pernah menjalankan operasi pada waktu SMA kelas 10 atau kurang lebih 5 tahunan. Kaki saya patah dan perlu dioperasi untuk menyambungkan kaki saya lagi dengan platina/pen. Operasinya sukses dan platina/pen itu menetap di dalam kaki saya sampai saya bisa jalan dan kaki saya kuat. Tapi ketika kuliah bencana mulai menjadi2. Waktu pertama masuk kuliah saya rasa kaki ini akan kuat walau pen itu belum saya ambil. Saya mulai mencari sambilan dengan niat mencari uang saku tambahan. Lalu saya masuk koperasi, lalu menyelesaikan bbrp persyaratan dan akhirnya saya diterima sambilan di sana. Waktu itu saya memilih bekerja di kafetaria milik koperasi. Waktu kerja saya dari jam 4-9 malam. Pada awalnya semua berjalan dengan baik, sampai saya rasa saya terlalu kelelahan. Di samping itu pula saya ditunjuk menjadi penanggung jawab teman2 dalam acara di kampus. Tanpa disadari permukaan kaki saya mulai melemah dan menjadi beair. Karena desakan itu saya memilih berhenti sambilan. Beberapa pengobatan saya lakukan dan akhirnya sembuh. Banyak yang bilang itu karena pen saya yang belum diambil. Dan akhirnya saya mengangbil pen itu dua tahun selanjutnya pada 2016. Oleh karena itu saya menjadi menggunakan krek saya lagi dan hal itu bertahan selama beberapa bulan. Dan dalam kondisi pen saya yang dicabut, ternyata kaki saya belum menyatu dengan baik. Ujungnya pada kejadian 12 April 2017 lalu. Saya yang menyukai futsal kadang memaksakan diri walaupun ada halangan menghadang. Saya sebenanya sudah mengira2 tentang kekuatan kaki saya, tapi saya sudah punya firasatnya kalau ada sesuatu. Dan benarlah hal itu kaki saya patah lagi ketika bermain futsal.

Peristiwa itu membuat saya semakin terpuruk. Fisik jelas menjadi berkurang; mental saya tidak disadari menjadi semakin buruk. Saya yang mempunyai kecenderungan manja ketika sakit membuat saya semakin malas. Apalagi membuat suatu karya.

NB: mental saya sedang diuji, byk hal terjadi yg mengkhianati saya dalam berharap

Sekian.

Ketika Rasa Itu tak Terungkapkan

Dekat bukan berarti saling mengerti

Darah yang mengalir di tubuh ini

Ku merasakan hangatmu 

Setiap duduk kau berdiri

Setiap tidur kau duduk
Perut ini menjadi kenyang 

Makanan yang tak seberapa kau berikan

Berarti besar bagi setiap centi ini
Kau menyapa khawatir

Saat aku beranjak dewasa

Aku menyapa takdir 

Saat aku mulai dewasa
Kau masih anggap aku bocahmu

Bantuanmu selalu ada

Tapi aku tidak melihatnya

Karena telah sedikit buta
Aku tak bisa memelukmu

Aku tak bisa mengucapkannya

Kata-kata terindah dalam bahasa

Aku hanya mencintai dan menyayangimu, bu
Setiap langkahmu berat 

Meski terlihatnya mudah bagimu

Inginku bantu 

Tapi apalah aku

Hanya bocahmu 

Belum mengerti apa-apa
Tapi biarkanku mencintaimu 

Dalam aku memperhatikanmu

Tapi biarkanku menyayangimu

Dalam tumbuhku dewasa

Karena aku hanya bocahmu

Yang ingin membuatmu bahagia

星野源 – 恋

Selamat malam…

Karena saya gabut, saya mencoba ngartiin lirik gitu. Lagu yang akan saya artikan adalah ‘恋’ dibaca ‘koi’ (bukan ikan koi) artinya ‘cinta’. Lagu ini dinyanyiin oleh Hoshino Gen sebagai ending dorama Nigehaji, dorama musim gugur kalo ga salah. Lagu ini catchy buat saya, jadi saya coba artikan wkwk…. dah enjoy aja… kalo ada arti yang salah mohon maaf karena masih awal yee wkwk

星野源

 

営みの街が暮れたら色めき

Kota yang semakin gelap menjadi berwarna

風たちは運ぶわカラスと人々の群れ

Angin membawa keramaian burung gagak dan orang2

意味なんかないさ暮らしがあるだけ

Tidak ada arti apa pun hanya menikmati hidup

ただ腹を空かせて君の元へ帰るんだ

Ketika terasa lapar hanya ingin pergi ke tempatmu berada

 

物心ついたらふと見上げて思うことが

Ketika telah menjadi dewasa

Tiba-tiba melihat ke atas, yang terpikirkan adalah

この世にいる誰も二人から

Siapa pun yang ada di dunia ini berawal dari dua orang

 

胸の中にあるものいつか見えなくなるもの

Hal yang ada di dalam hati

Pasti suatu hari nanti akan menghilang

それは側にいることいつも思い出して

Lalu aku akan selalu mengingat hal yang ada di sampingku

君の中にあるもの距離の中にある鼓動

Sesuatu yang ada di dalam dirimu

Debar yang ada di dalam jarak kita berdua

恋をしたの貴方の指の混ざり 頬の香り

Yang membuatku jatuh cinta

Tanganmu yang bersatu

Aroma pipimu

夫婦を超えてゆけ

Terus melebihi pasangan suami istri

 

みにくいと秘めた想いは色づき

Pikiranku yang buruk dan kurahasiakan berubah warna

白鳥は運ぶわ当たり前を変えながら

Angsa membawanya bersamaan dengan aku yang mengubah kebiasaan

恋せずにいられないな似た顔も虚構にも

Aku tidak perlu mencintai

Seseorang dengan wajah sama dan seseorang fiksi pun

愛が生まれるのは一人から

Karena cinta terlahir dari satu orang saja

 

胸の中にあるものいつか見えなくなるもの

Hal yang ada di dalam hati

Pasti suatu hari nanti akan menghilang

それは側にいることいつも思い出して

Lalu aku akan selalu mengingat hal yang ada di sampingku

君の中にあるもの距離の中にある鼓動

Sesuatu yang ada di dalam dirimu

Debar yang ada di dalam jarak kita berdua

恋をしたの貴方の指の混ざり 頬の香り

Yang membuatku jatuh cinta

Tanganmu yang bersatu

Aroma pipimu

夫婦を超えてゆけ

Terus melebihi pasangan suami istri

 

泣き顔も 黙る夜も 揺れる笑顔も

いつまでも いつまでも

Wajahmu yang menangis, malam yang sepi, senyummu yang bergetar

Selalu, selalu akan ku sukai

 

胸の中にあるものいつか見えなくなるもの

Hal yang ada di dalam hati

Pasti suatu hari nanti akan menghilang

それは側にいることいつも思い出して

Lalu aku akan selalu mengingat hal yang ada di sampingku

君の中にあるもの距離の中にある鼓動

Sesuatu yang ada di dalam dirimu

Debar yang ada di dalam jarak kita berdua

恋をしたの貴方の指の混ざり 頬の香り

Yang membuatku jatuh cinta

Tanganmu yang bersatu

Aroma pipimu

夫婦を超えてゆけ

Terus melebihi pasangan suami istri

二人を超えてゆけ

Terus melebihi dua orang

一人を超えてゆけ

Terus melebihi satu orang

 

 

 

Perjuangan Mengerti Dunia Kerja 2

Helo, saya kembali akan meneruskan cerita saya yang menggantung :*.. Saya sangat berterima kasih terhadap Anda2 yang membaca tulisan ini di mana pun Anda menghabiskan waktu berharga kalian. Tuhan saya akan mengapresiasi Anda sekaligus menghukum Anda karena membaca postingan bodoh ini. wkwk

Okee mata kuliah magang sudah terdaftar di krs saya dan saya senang menerima kesempatan ini. Tetapi kesenangan saya hanyalah semu karena ternyata yang masuk matkul ini selain saya, pertama sudah magang dan tinggal laporan ke pak stedi; kedua adalah teman saya yg sedang belajar di Jepang dan akan pulang akhir Februari. oh iya, Masa krs ini kalau tidak salah awal Februari. Jadi saya pikir saya akan sendiri lagi bersama bapak yg bersama saya 2 semester lalu.

Waktu kira2 sudah seminggu dari krsan. Dan jadwal kuliah magang ada pada hari Jumat. Diberitahukan akan ada kuliah pada hari itu jam 1 siang. Oke kuliah perdana. akan jadi apa? Mana saya tahu. Ini aja baru tahu ada kuliahnya.

Tibalah pada hari Jumat. Saya datang ke kampus pukul 11 dan berjumatan di kampus sekalian. Ketika jam sudah menunjukan pukul 1 saya coba datangi ruangan tempat kuliah magang, tetapi kosong. “njir, apakah akan kuliah di kantor jurusan lagi nih?” Dengan hati yang tidak nyaman mencoba menaiki tangga menuju ruang dosen menanyakan hal ini, tetapi di tengah perjalanan menaiki tangga malah bertemu dengan bapaknya dan diajaknya ke kantor. Beneran kaan, syedih daku :(. Tetiba di ruangan beliau, saya diberikan penjelasan tentang magang dan kuliahnya. Oh begitu, ternyata sebelumnya memang sudah ada magang. Tetapi mahasiswa sini banyak yang tidak tertarik, makanya ga terkenal wkwk. Kalau tahun kemarin sih ada senpai yg magang di perusahaan di kalimantan sana. Saya diperlihatkan proposal dan laporannya oleh pak stedi. Dan ada informasi lagi tentang kuliahnya, bahwa akan dibuat kelas yang membuat saya tidak kesepian dan akan diisi dengan materi ‘tetekbengeknya’ magang itu sendiri oleh orang yang magang dari Jepang di jurusan, namanya Takeda san. Nah saya disuruh memberitahukan keppada teman, senpai, dan kouhai ttg hal itu, tapi prioritasnya ke teman saja. Ya sudah cukup saya coba renccanakan. Kuliahnya sendiri akan dilaksanakan 3 kali karena Takeda sannya waktunya terbatas.

Pertemuan pertama dengan sensei, emm ternyata kita dipermudah dalam urusan birokrasinya, keliatannya siih ga tau prakteknya. Tapi saya rasa saya masih penasaran tentang magang itu sendiri. Ohya kita, mahasiswa yg mengambil kuliah ini, disuruh mandiri mencari tempat magangnya sendiri. Maka dari itu, saya coba browsing tentang magang sastra jepang, dan walaaa ada blognya senpai yg sebelumnya magang. Di blognya, dia memang cerita magang, tapi dia magang didispar. Dia bercerita tentang perjuangan magangnya yang harus bertempur dengan anak smk yg juga ingin magang dan juga curhatannya tentang anak2 sasjep dan kewajiban magang itu sendiri. Sayangnya ketika saya telusuri lebih lanjut, tidak begitu byk info yg saya temukan. Di samping itu, hasil browsingan ttg magang jepang kebanyakan berupa lpk magang jepang yg sangat annoying. Di sisi lain, saya coba cari di web2 pencari kerja kebanyakan kriterianya tidak cocok dengan mahasiswa sastra jepang. Ada pun yg skillnya harus dewa wkwk. Saya memang masih awam tentang magang apalagi kerja, makanya saya masih mencoba mencari via internet.

cukup dulu yee, kata kak radit sih kalo nulis mending konsisten daripada panjang tapi jarang wkwk… besok bakal cerita kuliah magang yang dibuat sensei dan saya yang materinya dari mas Takeda. Salam. ^__^

Perjuangan Mengerti Dunia Kerja

Oke, sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini haha. Perkenalkan kembali saya Eka Cahyadi biasa dipanggil ‘Ichi’ oleh teman2 saya. Saya kuliah di sasjep UGM, semester 8 (maluk). naah pada semester ini saya agak bingung karena ini adalah akhir masa kuliah saya. wkwk

Awal semester 8 ini, saya sadar sudah tua di kampus saya :(. Mata kuiah yang wajib tinggal skripsi saja. Walaupun begitu, sks saya untuk lulus belum mencukupi 144 sks. Sks yang saya ambil baru 135, jika matkul skripsi saya ambil masih kurang 3 sks. Nah 3 sks ini mau diisi apa?

Btw,  konsentrasi saya di jurusan saya adalah sejarah Jepang. Saya sempat berpikir untuk memilih matkul dari jurusan sejarah. Tapi matkul yang saya inginkan adanya di semester ganjil. Sungguh buruk sekali nasib saya yang baru sadar ini adalah semester genap wkwk. Tapi tidak disangka2 ada matkul pilihan yang tidak pernah saya dengar sebelumnya diperkuliahan sasjep ini, matkul itu adalah MAGANG/PKL.

Jujur saja saya pengen merasakan magang sebelum lulus. Itu karena kuliah di sasjep ini, menurut saya seperti digiring menjadi seorang ‘peneliti’.  Ya bagi saya yang menginginkan kerja setelah kuliah, rasayanya kuliah di sasjep belum cukup untuk membuka mata ke dunia kerja. Lalu bagaimana dengan pertanyaan,”apa di kampus ga pernah berorganisasi?”. Jawabnya pernah. Tetapi saya rasa pengalaman saya belum cukup dalam organisasi di kampus untuk kerja (saya tulis kapan2). Nah karena itu saya jadi pengen masukin matkul ini ke krs saya bersama skripsi.

Sebelum saya mengisi krs online dan meminta ttd ke dpa(wajib di sasjep), tentu saja saya ingin tanya2 ke temen2 ada yg ngambil matkul itu apa tidak. Kalau dari jawaban teman2 saya, kebanyakan tidak. Agak menurunkan minat sih, tapi ya sudahlah lanjut aja wkwk. Nah pada hari krsnya, saya ke kampus dan mengisi krs di sana. di kampus lumayan sepi; yang datang cuma adek angkatan yg berkepentingan pembayaran kas dan yg jadwal krsannya hari itu. Lalu saya akhirnya mengisi krs dengan adek2 angkatan yang imut wwk. Login palawa, cek. Pilih isi krs, cek. cari matkul ‘skripsi’, cek. Terakhir cari matkul ‘magang’, cek. Semua sudah dan tinggal naik menghadapi bunda untuk krsan. But waitsssss..,,, ada yg menarik di matkul magang. Sekilas info pada setiap mata kuliah pasti ada yang mengampu, tapi saya ragu matkul magang sebenarnya ada atau tidak pengampunya, dan ternyata ada, pengampunya adalah pak stedi dan pak yayan. Dalam hati sih “lagi2 sama pak stedi.” Yang artinya 2 semester lalu pernah kuliah sama beliau berdua saja -__-. Untung kali ini ada pak yayan(sama ajaaa) dan alhamdulillah ada 2 orang lagi yang mengambil matkul magang, jadinya ga sepi wkwk. Anyway, jadi ada niat untuk tanya2 juga nanti pas krsan kalo ada beliau.

Langit cerah di pagi itu mungkin berpengaruh kepada para dosen. Waktu saya naik sepertinya sedang sibuk2nya akan atau sudah ada sesuatu di prodi. Yaa tanpa terlalu memikirkan itu saya langsung menghampiri bunda tutik dan langsung meminta tanda tangannya. ohya tidak lupa untuk tanya ttg magang. Walaupun mood bunda sedang baik, tapi beliau tidak bisa menjawab pertanyaan saya dan melemparkan langsung ke pak stedi. Dan katanya akan ada kuliahnya dan dijelaskan di sana. Mattee…,, seriuosly magang ada kuliahnya? baru denger wkwk. yaudah deh setelah itu saya pamit dan turun kebawah…

Okey ini awal perjuangan saya untuk mengerti dunia kerja… karena saya tidak biasa nulis panjang2, jadi terusan tulisan ini saya pending yep. kalo saya kesel saya akan cerita lagi. btw saya emang lagi kesel karena magang ini -_____-

kepribadian

blog ini bukan menjadi penyambung informasi atau wadah informasi, tapi sebuah tempat curhat saja. saya nulis untuk membuang penat, stres, atau pikiran yang mengganggu. saya nulis karena pengen nulis. tapi ada juga saat nulis sebagai pesan tersembunyi. bagi saya nulis adalah penenang jiwa.

teman saya bilang saya mempunyai dua kepribadian. tapi saya menyangkalnya. manusia memang mempunyai minimal dua sisi berbeda. tapi tetap saja saya menyangkalnya. saya ini satu bernama eka cahyadi. tapi dalam satu itu, saya masih bingung dengan kepribadian yang tak terkendali. saya bisa sangat baik, saya bisa sangat jahat, saya bisa sangat berani, saya bisa sangat takut, tak ada ketetapan yang diam. apa yang terjadi?

saat ini saya sedang lelah memikirkan segala macam hal yang terjadi pada awal 2015 ini. saya belum bisa berdiri tegak. mungkin saya berdiri karena halusinasi. dan saya terkapar di kamar. saya gak bisa begini terus. sebenernya saya ingin bergerak, tapi merasa ada yang kurang. hal ini sangat mengganggu. dan ini yg membuat terkapar. kapan cahayaMu akan datang?

mungkin banyak orang membaca saya ini orang kuat. dengan wajah, tubuh yg seperti ini, saya dianggap kuat. tapi apa kalian tahu? itu adalah kelemahan saya. saya yang terlihat kuat atau saya yang tidak mau orang tau saya byk lemah. tapi walaupun saya bilang saya begini, masih saja ga dipercaya. sebenernya saya hidup dalam kebohongan yang menguatkan.

saya ingin atau saya butuh? saya ingin teman yg menjaga saya dan saya butuh teman yang mengingatkan. atau sebaliknya? aah apa sih? hidup yg bertanya kadang menyesatkan jika tak langsung dijawab.

saya harus bagaimana?

kontra

bukan nama game zaman dahulu yg saya mainkan
tapi perasaan dan pikiran yang berlawanan
saat ini masih berpikir bisa berteman
tapi nyatanya  jauh-jauhan
kapan aku dilahirkan sampai aku tertelan
siapa yang peduli akan saya tuan
saya hanya pelengkap lainnya yang telah dilahirkan
peduli apa saat benar-benar tersisikan

memang saya banyak kesalahan
dan saya berdiri dengan tekanan
saya bisa hancur tanpa ada pertolongan
atau saya bisa ditolong oleh teman
saya hanya bisa rela terhadap keadaan
tapi terkadang juga maju meniti masa depan
kalau begini saya maju dengan tanpa peran
alias mati oleh perasaan

maaf sudah dikatakan
tapi sudahkah dosa dimaafkan
saya ini sekarang apa bagimu teman
malam menjadi malam lagi tanpa hiburan
kalau ada pasti kontra dengan kenyataan
karena saya memendam yg ingin dikatakan
untuk apa dikatakan kalau hasilnya kau diamkan
aku muak dengan kontra yang akan hilang kapan 

maaf sekali lagi
sangat menyedihkan kehilangan dirimu teman
kau sangat jauh
tiada waktu untuk memohon maaf secara langsung
susah nyari teman seperti kalian
tapi kalau kalian menganggap ini perkara biasa dan tak mau merubahnya
aku bisa apa
mungkin yang terbaik aku harus hilang