Ksatria Yobi dan Jenderal Amego

di suatu negeri bernama Jokimen dengan duri-duri yang menancap di hati para rakyatnya, hiduplah seorang jenderal yang sangat terkenal kejahatannya. orang itu adalah Jenderal Amego. dia membawa sebuah tahta dari Raja Agung Syahmaeni di kota Yaben. beda sekali antara negeri ini dan kota Yaben di negeri Kokon. di kota Yaben rakyat tertanami bunga yang paling indah di dunia, mereka menghormati raja, dan mereka bahagia tinggal disana. di Jokimen sendiri ada sebuah peraturan yaitu ingin hidup juallah sahabatmu. apapun artinya itu, rakyat pada awalnya tidak setuju, karena disana persahabatan sangat dihargai.

pada suatu hari seseorang yang tak dikenal datang di perbatasan kota Yainun, yaitu kota paling ujung dari negeri Jokimen. orang itu sangat misterius, kadang diam kadang bersemangat sekali. setiap rakyat di sana heran dengan hal aneh itu. orang itu sendiri sebenarnya adalah seorang ksatria hebat anak dari Raja Agung Syahmaeni, Ksatria Yobi. dia memang dikenal sebagai orang yang gila. tapi sesungguhnya dia berjiwa ksatria. seperti saat dia di kota Yainun ini. dia membantu seorang wanita yang terkena penyakit keras dengan sebuah semangat. mungkin itu tidak menjamin kesembuhan atau terlepasnya penyakit itu, tapi itu sangat berarti untuk negeri yang sudah 3 tahun pecah belah karena aturan yang tidak sehat itu. wanita itu lalu mati, tapi Yobi mendapat gelar pahlawan dan kota Yainun mendapat warna hijau untuk sinyal kebangkitan negeri Syahmaeni.

tiba di kota selanjutnya, Ksatria Yobi mendapatkan suatu kejutan penyerangan oleh Jenderal Amego. Ksatria Yobi dikepung oleh pasukan Adosel, salah satu pasukan terbaik yang dibentuk Jenderal Amego. pasukan itu terdiri dari monster-monster gel yang dapat menggosongkan badan secara cepat. dan pasukan itu tidaak begitu mudah untuk dikalahkan, tapi Ksatria Yobi mempunyai senjata yang ampuh, bernama Air Suci Harefah. air yang misterius ini menyelamatkan Ksatria Yobi saat akan ditikam dari belakang. air itu dengan sendirinya mengalir seperti sebuah penyelesaian dari sebuah masalah. menghentikan pasukan gel yang ganas itu dan membuat suatu kenyataan bahwa pasukan itu adalah manusia yang dirampas Jenderal dari tengah rakyat.
 Ksatria Yobi hanya bisa diam.

baru sampai seribu langkah ke Barat, menuju kota Diongfek, ibu kota negeri Jokimen, Ksatria Yobi hanya bisa diam. dia merenung seperti melihat sesuatu. seperti orang-orang yang dia lepaskan tadi mirip seperti dia. dia dipaksa untuk naik ke langit ke tujuh meninggalkan sahabatnya Amegolatinho untuk dilatih menjadi raja agung yang pas untuk menggantikan Raja Agung Syahmaeni nanti. pasukan itu dipaksa menuju ke Istana Jumlah tempat dimana Jenderal Amego tinggal. mungkin orang yang mereka tinggal akan sedih atau marah. mereka yang ditinggal mungkin juga beda dari dulu. Ksatria Yobi sendiri ingin sahabat yang ia tinggalkan menjadi tetap seperti itu. tapi dia tak tahu dia ada dimana. yang dia tahu hanya dia ada di negeri ini di ibu kotanya.

sampai juga di kota Diongfek. Ksatriia melihat kota ini lebih parah dari kota-kota sebelumnya. sangat hitam, bahkan setiap mata yang melihatnya seperti mengatakan “kembalikan” dengan nada yang marah.dia akhirnya enggan bertanya. dia hanya keliling kota Diongfek selama 3 hari.

di Istana Jumlah, Jenderal Amego merasakan hatinya sangat berdebar. seperti ada yang memanggil. Amego menyiapkan seluruh pasukannya untuk pergi mencari siapa saja yang baru datang di kota Diongfek. selain hati yang berdebar, hatinya menunjukan sesuatu kontradiktif. dia ingin pergi dari kehidupan ini. dia iingin kembali ke masa dengan sahabatnya YobiJapanse. saat itu dia dipisahkan oleh takdir. dia lalu frustasi dan sisi gelapnya di belokkan oleh Sanban(istilah untuk jiwa yang jahat) ke dalam jurang kejahatan. sampai sekarang dia selalu ingin melihat sahabatnya, entah itu untuk melepas kangen atau untuk membunuhnya karena menyakitinya.

Ksatria Yobi akhirnya tertangkap. dia membiarkan para pasukan Jenderal untuk menangkapnya. itu lebih baik dari pada melihat mata-mata yang suram, walau Yobi sendiri juga ingin membantu mereka. tibalah dia di istana. dia langsung dipertemukan oleh Jenderal Amego. lalu, hati mereka berdebar. bukan karena mereka pasangan sejoli, tapi mereka adalah sahabat satu sama lain. hati jJenderal yang sudah akan menjadi baik itu dicegat oleh saban. saban bangkit menjadi sebuah monster yang besar. dia merubah Jenderal menjadi tak terkendali dan mulai menyerang Ksatria Yobi dengan cakar-cakarnya yang eksotik. Yobi menahannya. lalu Yobi terbang. Air Suci Harefah bertansform menjadi sayap dan pedang Hearto keluar. pedang yang dia dapat karena menjadi orang baik dan bijaksana saat latihan di langit ke tujuh lalu. dia menyabat tangan kiri monster saban.. sementara monster saban menjerit kesakitan, doa-doa untuk Ksatria Yobi dari rakyat di kota-kota yang dia lewati memancarkan cahaya pada pedang Hearto. tanpa pikir panjang, Ksatria Yobi menusuk tepat di hati Jenderal Amego dan membuat saban lebih sakit dan mulai memudar dari dunia ini. Ksatria Yobi lalu menarik sahabatnya itu dari tubuh saban. lalu dia menebas lagi saban sampai dia hilang.

“hei, dulu kita sahabat. maukah kau menerimaku lagi?”, tanya Ksatria Yobi

“Tidak.”, jawab Amego.”karena kita memang sahabat sejak dulu.🙂 terima kasih kau telah mencariku, dan maaf aku berubah.”

“aku juga maaf, aku pergi. tapi setiap hari aku memikirkanmu. aku percaya pada sahabatku. itu sebabnya aku bisa sampai ke sini. kau sahabatku, aku percaya kau walau berubah,akan kembali menjadi dirimu yang kukenal dulu.”

yobi amego

memanggil teman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s