kau tahu?

malam ini cuma ada langit yg mendengar semua sakit ini. entah mengapa selalu berkata ‘entah’ di saat hanya aku saja yang merenungi diri sendiri. tubuh ini kaku, pikiran ini macet dalam lingkaran yang disebut sendiri. memang kadang aku yang memilihnya, tapi melihatnya dari sudut pandang orang lain aku ini ga berguna. terlalu memikirkan kesalahan sendiri tanpa melakukan aksi nyata. sendiri atau memilih sendiri menyusahkan. coba bintang yang ku tatap tadi dapat mendengar dan berbicara kepada ku. mungkin malam ini tepat 22:44 aku menulis ini, tak akan ada renungan mendalam.

malam ini langit begitu luas. aku ini hanya butir debu yang terbang kemana-mana. tersakiti oleh keadaan sendiri dan perbuatan sendiri. kalau saja debu itu dapat segera mendarat ke tempat yang berguna. rasa sakitnya mungkin akan hilang oleh konsentrasi. aku ini hanya butir debu, dibandingkan langit aku kalah telak. aku akan kalah jika sendiri. tapi awas jika debu yang lainnya juga bersatu, itu akan menawarkan ‘bencana’ bagi langit yang cerah. langit yang tadinya biru akan diubah menjadi langit berdebu yang mengguncang seisi dunia. namun, aku cuma sendiri malam ini.

malam ini cuma duduk termenung. menahan rasa sakit yang dibuat sendiri dan urung sembuh. luka 4 tahun yang lalu atau luka yang mulainya saat aku mulai sendiri di jogja, semua luka itu ku biarkan karena bodohnya aku. kenyataannya memang aku menganggap sakitku ini adalah kelemahanku dan aku tidak mau orang tahu. aku lebih suka orang merasa nyaman di sampingku. lagipula aku tidak suka rumah sakit. ya karena aku malas menjawab pertanyaan dokter. kadang malah dokter yg ku temui sombong. andaikan punya banyak uang udah ku sewa dokter sendiri. tapi cuma andai. maa aku cuma mau orang lain mengingatakanku, karena aku pelupa.

malam ini tidak hujan, membuatku termanja di kursi ini. kursi dimana aku memandang langit. kalau boleh jujur kursi, ini adalah saat yang nyaman walaupun sendiri. kau tahu? aku punya dua teman dan baru beberapa bulan ini bertemu. mereka itu nyaman seperti kau ini. terima kasih kursi telah membiarkanku duduk dengan nyaman sembari melihat langit malam ini. karena langit malam ini luas dan kau adalah temanku yang membuatku nyaman. mereka membuatku ingin menghabiskan waktu bersama mereka sangat lama, tapi sangat sedih saat menyudahinya. jika aku orangnya dapat jujur ketika mengatakan apa yang ku inginkan, sedikit cerita aku ini sangat ga bisa jujur soal keinginan dan mungkin aku akan mengatakan ‘terserah’ jika ditanya sesuatu yg diinginkan, aku ingin mengatakan seluruhnya tentang mereka, mereka, dan mereka. kemarin ada yang bilang kalau sayang adalah rela melakukan sesuatu tanpa pamrih kepada seseorang. mungkin aku juga. wahahaha

malam ini tidak terasa detik berdetik. ya iyalah detik kok berjam. ngomong2 ni ya, aku ga tahu arti detik2 yang ku lewati malam ini. karena jika aku orang yang rajin mungkin aku sudah tidur atau masih belajar. aku ini orangnya gmn ya? hmm ga begitu suka si baca buku, tapi kebanyakan buku yang ku beli sendiri akan habis terbaca dibandingkan yang minjam. emang si aku lebih suka ‘punya’ daripada ‘minjam’. ya lebih bebas aja. tapi soal cinta kok ga ya. aku ga punya tapi ga bebas. ga bebas atau bebas itu pilihan sih. cinta oh cinta, mungkin cinta yang membuat aku melakukan apa yang tak mau aku lakukan. kok bicara cinta? ya karena hari ini ada cinta. sekian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s