jika turun jalanan maka terlihatlah dunia

hai, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu!!

pas banget nulisnya di awal bulan ramadan jadi mau ngucapin selamat menjalani bulan ramadan sebulan ke depan mamenn🙂.

ngomong2 ya, ramadan kali ini berbeda dengan tahun2 sebelumnya. tau atau ga pokokny tahun ini itu menyambutnya dengan banyak hal yang baik dan buruk. saya sendiri sih emang lagi ngekos, yaa gini suasana menjelang ramadan tanpa keluarga pikir saya. banyak hal yang terjadi menjelang ramadan ini. baik buruknya saya khilaf. mungkin ini terjadi juga karena ga ada tanda2 ramadan bakal tiba. ramadan kali ini itu kaya tau acara apa yang ditunggu tapi tau2 h-1. bisa dibilang mendadak, tapi secara perlahan pasti akan terbiasa seperti biasa. mungkin juga karena memang menjelang ramadan ini ada beberapa acara yang booming di dunia yg saya geluti dan membuat saya terhiraukan akan ramadan. piala dunia, pilpres, ataupun uas hadir di saat ramadan ini akan datang. fokus saya terbagi. itu juga saya lagi dalam rangka mencari dana untuk makrab yang sungguh harus memfokuskan banget ke sana. yaa ramadan ini memang berbeda, tak seperti biasa karena tak ada keluarga, tak seperti biasa karna tak tahu tanda2 ramadan, tak biasa karena terlalu banyak fokus juga ada. walaupun begitu saya berniat untuk ramadan kali ini, saya ingin berserah diri mohon untuk dijadikan pribadi yang lebih baik. mengingat juga dengan apa2 yang telah saya kerjakan yang itu buruk atau kurang, saya ingin ramadan ini saya akan lebih baik. saya janji.

ramadan kali ini dimulai di akhir bulan juni. bulan juni ngomong2 itu adalah bulan saat saya lahir dahulu, sembilan belas tahun yang lalu. angka sembilan belas itu menurut saya umur yang harus saya isi dengan mencari jati diri. karena angka 20 saya pikir umur yang benar2 dewasa, tak seperti angka 17 di saat kita memperoleh ktp. sembilan belas ini, pada awal umur ini saya sangat banyak berpikir. “aaah sembilan belas, ga muda ga tua. pas banget lagi labil2nya. harusnya hal2 buruk harus berhenti nih. kek harus ada kegiatan yang berarti pada umur ini.” seperti itulah saya bertanya dalam hati saya. ‘ ga muda ga tua’, frasa itu adalah kegelisahan saya. saya ini masih muda, tapi pikiran saya mulai menyadari hal2 yang cuma saya habiskan untuk saya dan itu harus dikurangi. pikiran dewasa ini sering berkontra dengan pikiran muda yang terlalu menuju ke arah foya2 menghamburkan uang orang tua. karena mungkin saya melihat betul hidup ini bagaimana. banyak fakta yang saya pahami, tidak lagi saya lihat saja. saya melihat dengan hati dan pikiran bukan hanya dengan mata dan langsung dihapus oleh pikiran berfoya itu. ya saya melihat keberuntungan saya ini memang nyata adanya. saya beruntung seperti ini dilahirkan di level masyarakat dimana saya bisa melihat atas dan bawah. saya bisa melihat kehidupan atas yang benar2 egoisnya lebih dan kehidupan bawah yang mandirinya perlu dihargai. banyak sekali saya melihat dan menyadari keberuntungan saya harus dihargai juga dengen usaha keras saya menjadi lebih baik.

orang bawah, bukan seperti itu, tapi orang yang kurang beruntung itu mungkin mendewakan segala hal untuk hidup. tak cuma orang miskin atau anak2 yang menari di lampu merah, tapi ini juga berlaku kepada setiap orang yang berusaha untuk mencukupi hidupnya. saya pernah dengar mereka itu bukan hanya miskin tidak mampu, tapi juga miskin cara untuk bekerja atau mencari uang. dengan saya yang berkeliaran di jogja ini saya melihatnya dengan jelas. saya pernah melihat bagaimana seorang anak menari di lampu merah. meskipun dia memang tak punya bakat menari dan tariannya bisa dibilang membosankan, tapi dengan modal berani dan speaker yang dia taroh di pinggir jalan untuk memainkan iringan tariannya dia tetap berusaha. saya ini benar2 tersentuh dengan hal itu. saya beruntung kan bisa kuliah seperti ini? walaupun saya tahu dia mempunyai mandor yang mengelola dia, saya tetap menghargai dan bilang ke diri saya bahwa sekali lagi saya adalah orang beruntung. saya tak harus begitu. jujur saya masih sangat membutuhkan uang orang tua dan mungkin tak ada daya untuk berbuat seperti itu. haaaah sebenarnya tak ada kata beruntung. kita yang buat. keberuntungan itu cuma untuk mengukur, membandingkan saya dengan apa yang saya lihat. ada lagi seorang bapak penjual anyaman yang dijadikan seperti wadah dan dijualnya di jalan. bapak itu berjualan berkeliling membawa sekitar sepuluh wadah yang sebesar galon air minum. saya pernah menangkap beliau sedang tertidur dengan pulasnya di jalan dan membiarkan jualannya begitu saja. dengan momen itu, saya jadi teringat bapak saya. jasa seorang bapak berbeda dengan seorang ibu, tapi keduanya mempunyai andil besar dalam membesarkan kita. bapak memang tak mengandung, tak menyusui, tapi dengan usahanya untuk mencukupi ibu, saya, dan adik saya, pasti sungguh sangat setara dengan beban ibu. beliau itu saat tertidur benar2 sabar menanti rezeki itu datang dengan apa yang diusahakan.mungkin ini maksud miskin cara. kalaupun dia bisanya seperti menganyam seperti itu, tapi tidak menghasilkan uang banyak memang takdirnya seperti itu. saya hanya berpikir untuk menyetarakan semua orang karena usahanya. tapi jebakan memang banyak. maka ikhlaskan sedekah saja. masalah ini selesai.

masa labil itu saat kita mencari jati diri. masa ini penuh dengan kabut. kadang menyamarkan yang baik dan buruk. kadang kita mengiyakan hal baik, kadang juga yang buruk. jati diri adalah arah. biarlah yang lalu yang buruk berlalu. saya ingin arah saya ke arah kebaikan. labill juga ketika kita mencoba sabar dengan keadaan. saya sendiri mencintai seseorang dan berpikir bukan saatnya sekarang mengungkapkannya. tapi sabar itu menyiksa. dan saat menyiksa itu menjadikan saya orang yang sangat merindu dan ingin sekali memilikinya. pada saat seperti inilah jati diri dilatih. saya memilih untuk sabar mengatakan cinta. biarlah cinta ini mengalir. kalau memang saatnya nanti masih akan saya ungkapkan dan kalau tidak biar cinta ini terbentuk dari hati saya yang terdalam lagi.

yang terakhir. ditengah2 saya mencari uang ini untuk danus, saya ingin juga ikut dalam kegiatan sosial. saya ingin berkumpul bersama orang2 yang sependapat tentang hal2 yang saya pandang. semoga saya bisa.

selamat berpuasa yaaaah wasalmu’alaikum warahmatullahi wabarakatu!!

😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s